berawal dari ruang yang tak tahu keberadaannya dimana saat ini. Dan,ruang itu menampakkan warna yang terang,bahkan tak berujung. Sebuah ruangan yang di dalamnya aku hanya berada sendiri,ya, sendiri.

ku berjalan sepanjang kaki-ku mampu tuk terus berjalan. Sepanjang berjalan,ku rasakan di sisi kiri dan kanan-ku ada yang terekam. Sebuah olokan dan bagaimana dulu saat aku di jatuhkan. Di tertawakan dengan sepuas-puasnya atas kebodohanku.

Semua begitu saja dengan mudah terekam oleh bayang sekitarku. Entah mengapa?
Namun seiring terus ku berjalan,,kudapati pintu yang terang namun masih cukup jauh untuk terus berjalan. Semakin terus berjalan,,semakin bayang-bayang ejekan itu membuatku sempit dibuatnya.
sehingga aku merasa sulit tuk berjalan.

sampai dimana titik lelahku ada puncaknya. aku terjatuh,diantara bayang yang selalu membuatku dihina dan di tertawakan. aku tak mampu tuk berdiri dengan kuat lagi. Kaki-ku mulai lemah,,
bahkan hati ini tiba-tiba merasakan sakit dengan sendirinya.

berada di kesendirian bukan membuatku lemah dan terus ditindas. Bukan masalah jika fisik yang pendek ini selalu di tertawakan,,tapi yang jadi masalah adalah bagaimana aku terus sanggup berjalan dengan kesendirianku tuk menghadapi semua ini.

aku memang terlihat payah,terlihat aneh dengan kesungguhan-ku. Tapi dengan hati,kekuatan-ku terus membakar semangat yang selalu ingin kugapai,....

mereka boleh memanggil-ku anak yatim,tapi mereka tidak tahu kedua pahlawan yang telah membesarkanku hingga saat ini.

maka dari itu, aku sangat ingin merasakan kehidupan yang lengkap,namun,takdir membuatkan jalan yang terbaik untukku,agar hati ini dapat terlatih bagaimana rasanya kehilangan,bagaimana rasanya senyum di balik sedih.....

aku memang tidak mempunyai teman.
aku sangat menyukai duduk di sebuah ayunan di dekat kota. terkadang di waktu senja,
semua orang merasakan lelah dengan temannya setelah bermain. Tapi aku hanya terlihat bingung.
bingung bagaimana perasaanku bisa merasakan seperti itu....

aku sendiri

Komentar

Postingan Populer